Turnamen 3×3 kali ini menghadirkan drama yang tak kalah seru dari babak final NBA. Jika kamu mengira babak penyisihan grup adalah pemanasan biasa, maka kamu belum mengenal Pool D—grup yang sukses bikin panitia, pemain, dan fans deg-degan sampai detik terakhir!

Persaingan Sengit Tanpa Dominasi
Sejak awal, Pool D sudah mencuri perhatian. Tak seperti grup lainnya yang punya dominator dengan rekor mulus, Pool D mencatat sejarah sebagai satu-satunya pool di mana semua tim mencicipi pahitnya kekalahan. Tidak ada yang keluar dengan rekor 4-0. Tidak ada yang tak tersentuh. Semua saling mengalahkan.

Tiga tim, yakni Team Letris 2, Team Santa Laurensia, dan Team Cikal (Serpong), menutup fase grup dengan rekor identik: 3 menang dan 1 kalah. Tapi bukan hanya itu yang bikin deg-degan—ketiga tim ini saling mengalahkan satu sama lain!

Team Santa Laurensia menumbangkan Team Letris 2 dengan skor 10-7

Team Letris 2 membalas dengan menundukkan Team Cikal 13-9

Plot Twist Pertama: Team Cikal menutup lingkaran dengan kemenangan dramatis 12-11 atas Team Santa Laurensia

Lingkaran saling mengalahkan ini membuat klasemen sementara nyaris mustahil ditentukan hanya dengan mata telanjang. Welcome to tiebreak hell.

Plot Twist Kedua: Tiebreaker Berdasarkan Head-to-Head Saja!
Sesuai regulasi turnamen, jika ada lebih dari dua tim dengan poin sama, maka klasemen ditentukan bukan berdasarkan selisih total poin seluruh pertandingan, melainkan hanya dari pertandingan antar tim yang bersangkutan. Jadi, hasil pertandingan melawan tim di luar trio ini—dengan segala keringat dan air mata yang tumpah—tidak dihitung.

Setelah menghitung ulang hanya dari skor pertemuan Letris 2, Santa Laurensia, dan Cikal, klasemen sementara kembali berubah. Dan di sinilah plot twist kedua menyeruak, membuat para fans terpana—atau justru makin bingung.

Plot Twist Ketiga: Team Santa Laurensia Request mundur dari turnament
Saat semuanya tampak mulai tenang, badai kembali datang. Team Santa Laurensia menginformasikan ke panitia bahwa mereka salah melihat jadwal pertandingan playoff, dan tidak bisa hadir di pertandingan minggu depan ditanggal 4 Mei.

Panitia segera turun tangan. Setelah berdiskusi panjang dengan pihak Perbasi, lahirlah keputusan:
Posisi 3 (Team Cikal) naik ke posisi 2, dan posisi 2 (Team Letris 2) naik ke posisi 1. Dengan kata lain, Team Santa Laurensia gugur karena tidak bisa hadir, dan Team Cikal masuk ke babak playoff.

Keputusan yang Dipertimbangkan Matang
Kenapa keputusan ini perlu dilakukan? Ada beberapa alasan kuat:

Team Cikal secara skor memiliki rekor yang sama dengan Santa Laurensia dan Letris 2 (3W-1L), dan hanya kalah tipis di selisih head-to-head.

Untuk menjaga keseruan turnamen dan menghindari WO di babak playoffs, sehingga momentum dan semangat liga tetap tinggi!

Dengan naiknya Team Cikal, semua tim akan memiliki jumlah pertandingan yang sama pada saat babak playoffs nanti, sehingga konten seperti stats, video, highlights, dan coverage lainnya tetap maksimal.

Kesimpulan: Pool D, kalian semua luar biasa!
Drama. Statistik. Strategi. Plot twist. Pool D menyajikan semua bumbu yang membuat turnamen ini hidup dan tak terduga. Dari pertandingan yang saling menjegal hingga perubahan klasemen karena detail regulasi dan keputusan panitia, ini adalah drama olahraga sejati.

Kalau ada penghargaan “Best Pool of the Season”, Pool D mungkin bisa menang.
Dan kini, semua mata tertuju ke playoff. Akankah Team Cikal menjawab kepercayaan ini dengan performa luar biasa? Atau kisah tak terduga lainnya kembali muncul?

Stay tuned. This is 3×3 like you’ve never seen before.